Senin, 01 Juli 2013

Konsep GREEN HOSPITAL Gerbang Kesehatan Lokal yang mengGlobal


Perlombaan Blog – RSUD Makassar
Konsep GREEN HOSPITAL Gerbang Kesehatan Lokal yang mengGlobal

            Kebutuhan manusia di era modernisasi setiap hari semakin mengalami perkembangan. Pada dasarnya, setiap manusia yang bekerja memiliki tujuan tertentu dalam kehidupan, yakni memenuhi kebutuhan sehari-harinya, baik makanan, pakaian, pendidikan, perumahan, hingga kesehatan.

            Manusia yang hidup di kota-kota besar, selalu menginginkan kepraktisan, kecanggihan, dan pelayanan yang maksimal di segala lini kehidupan. Kebudayaan di setiap daerah, sangat mempengaruhi kebutuhan hidup manusia yang lahir di awal abad millennium.

            Berbagai konsep terus dikembangkan oleh para ahli, demi mencapai satu titik tingkat kebutuhan, yakni keamanan sampai aktualisasi diri. Tetapi, model inipun juga kemudian dikembangkan lagi oleh ahli-ahli yang mencoba memuaskan kebutuhan manusia yang terus mengalami peningkatan.

            Sebuah konsep Green Hospital untuk kenyaman mendapatkan pelayanan di sebuah rumah sakit, seakan menjadi gerbang untuk menghasilkan sebuah nilai kepuasan terbaru di bidang kesehatan. Sebuah rumah sakit di kota Makassar mencoba menerapkan konsep Green Hospital untuk mencapai titik maksimal pemberian pelayanan kepada pasiennya.

            Puskesmas yang bermetamorfosa menjadi sebuah Rumah Sakit Umum Daerah Daya pada tahun 2008 silam ini, bukan hanya hadir dengan konsep pelayanan yang terpadu, melainkan mengkombinasikan antara faktor kebutuhan, lingkungan, serta pentingnya rasa hormat dalam pemberian pelayanan kepada pasien. Sehingga konsep kebutuhan intelektual manusia, dapat tercapai sebagai imbas dari sebuah pelayanan terpadu.     

            Selain mengedepankan kebersihan lingkungan, rumah sakit dengan konsep Green Hospital diharapkan mampu menghasilkan kepuasan yang berimbas kepada percepatan kesembuhan setiap pasien. Ini lantaran, perasaan yang nyaman menjadi indikator terpenting, apakah kebutuhan itu telah terpuaskan atau belum. Sehingga, dapat mencapai satu hasil yang lebih baik dalam proses penyembuhan setiap pasien yang dirawat inap maupun dirawat jalan di rumah sakit ini.

            Jika “perasaan”            setiap pasien menjadi tenang dengan adanya lingkungan perawatan yang nyaman, serta pelayanan prima yang memuaskan, maka bisa dipastikan konsep Green Hospital dapat diterapkan di setiap rumah sakit yang ada di kota besar Di Indonesia. Kondisi kehidupan yang semakin keras di daerah perkotaan, menyebabkan semakin rentannya manusia-manusia modern terkena stress dan dengan otomatis berimbas dengan tingkat kesehatan yang menurun.

            Jika sakit terjadi, perawatan rumah sakit menjadi pilihan terakhir yang akan dipilih oleh manusia. Ini lantaran, pelayanan yang terkadang tidak ramah serta lingkungan rumah sakit yang tidak bersih, menjadi penyebab utama rumah sakit dianggap menjadi sarang penyakit terbesar yang ada di setiap kota. Selain faktor kebersihan yang tidak terjamin, kurangnya visi yang melatarbelakangi berdirinya rumah sakit tersebut.

            Lain halnya, dengan Rumah Sakit Umum Daerah Daya Makassar, yang memiliki suat keyakinan bahwa sebuah rumah sakit harus memiliki pandangan jauh ke masa depan, baik itu dari pandangan pelanggan, karyawan, pemilik dan stake holder lainnya yang mendukung setiap perkembangan rumah sakit ini.  Semua disatukan dalam sebuah visi, yakni “Menjadi Rumah Sakit Sehat Sebagai ercontohan Di Indonesia.” Peningkatan kualitas pelayanan menjadi akar dari pembangunan rumah sakit ini. Selain dijadikan sebagai rumah sakit rujukan terbesar di Sulawesi Selatan, penerapan konsep Green Hospital sudah mulai dijalankan.

            Menyadari bahwa kesehatan jasmani dan rohani merupakan hak setiap individu yang bernama manusia, oleh karena itu rumah sakit ini berusaha memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat, baik bersifat penyembuhan, pemulihan dan pencegahan dengan didasari dengan  penciptaan lingkungan kerja serta perawatan senyaman mungkin. Sehingga, tata nilai sebuah rumah sakit berkonsep Green Hospital dapat tercapai dengan maksimal, mulai dari kejujuran, professional, tanggung jawab, kepercayaan, kerjasama, visioner, dan disiplin.

           Sehingga diharapkan konsep Green Hospital bukan hanya sebagai konsep yang akan berhenti di tengah jalan. Tetapi, menjadi pintu gerbang terwujudnya sebuah rumah sakit yang mengedepankan kelokalan (tata karma pelayanan) dalam member pelayanan, sehingga kesehatan yang mengglobal dapat lahir, dan bukan hanya sekedar mimpi belaka.



Rabu, 12 Juni 2013

Sayap-sayap Malaikat



FF2N1 Tema 2
"Just Give Me A Reason" - PINK
"Angels Brought Me Here" - Instrumental Version

Sayap-sayap Malaikat

It's been a long and winding journey, but i'm finally here tonight
Picking up the pieces, and walking back into the light
Into the sunset of your glory, where my heart and future lies
There's nothing like that feeling, when i look into your eyes...

Alunan musik mengalun merdu menyentuh setiap ujung-ujung syaraf setiap pengunjung di stasiun kereta Lempuyangan. Meskipun, tidak semua lagu berlirik bahasa asing bias diterima di telinga orang-orang jawa. Tetapi, entah kenapa siang hari yang menyengat ini, membuat semua orang seakan tidak lagi memperdulikan genre musik yang mereka dengar.

Mba-mba yang menjajahkan beberapa barang dagangan di stasiun inipun, sesekali manggut-manggut seakan-akan mengerti betul lagu yang dinyanyikan oleh Guy Sebastian. Stasiun ini, seakan mendapatkan angin dari surga. Lagu itu terus menyapa siapa saja yang melewati lelaki berwajah tampan, dengan gaya super cueknya yang duduk membisu dan tenggelam dalam diamnya.

Desta tidak peduli orang akan marah dengan suara radio kecil bersuara menggelegar yang dibiarkan terbaring disamping kakinya yang sengaja dilipatnya sejak tadi. Stasiun kereta, selalu memberi ruang bagi Desta dikala dirinya butuh ruang yang lebih luas, waktu yang lebih lapang, dan kebisingan yang akan tetap membuatnya terjaga.

Musik sengaja dihentikan, ketika kereta dari Solo merapat di peron sebelah utara stasiun ini. Kereta yang sedari tadi membuatnya terdampar jauh menyelami setiap sudut stasiun ini.

Ta… Sudah lama?

Desta mencoba mencari arah suara yang memanggil dirinya, suara yang selalu dirindukannya setiap saat. Desta hanya bias tersenyum, sambil meraih tongkat lipat yang diletakkan dekat radio kecilnya.

Tangannya diraih oleh seorang gadis berwajah manis, yang selalu setia menuntun setiap langkahnya menuju rumah mereka. Seperti setianya menunggu sang pujaan hati disudut stasiun dengan lagu-lagunya.

Tuhan, tidak akan pernah salah mengirim malaikat di dalam hidup seseorang. Engkau mengambil terangnya duniaku, tetapi Engkau pula yang memberiku sayap-sayap malaikat yang setia membawaku kemana-pun kaki ini ingin melangkah. Karena, sesungguhnya segala kekurangan yang kumiliki saat ini, memberi sempat untuk tahu betapa besar kasih dan saying sang pencipta dalam hidup setiap makhluknya,” doa Desta tak henti setelah kecelakaan maut yang merengguh penglihatannya empat tahun yang lalu.



Cintaku Vs Cinta Ayahku



FF2N1 Tema 1
"Just Give Me A Reason" - PINK 

Cintaku Vs Cinta Ayahku

            hai Dita, kamu pa kabar? Kangen rasanya ingin mengajak kamu ke taman lagi. Meskipun, akhirnya kamu agak ngeri dan takut untuk ke taman lagi sekarang. Tetapi, kuharap kamu tidak menyimpan rasa benci kamu dengan taman, cukup rasa benci itu buat saya saja. Saya tetap menyayangi Ta, yakinlah itu.”

            Video ini, setiap hari wajib diulang berkali-kali, hingga tetesan airmata di mata Dita seakan enggan untuk meluncur di kedua pipinya. Tubuhnya hanya ikut pasrah, mengamini setiap gambar yang ada di video yang dikirim oleh Heru, mantan Dita dua tahun lalu.

            Padahal, tubuh, hati dan pikiran Dita sudah lelah. Tetapi, penyesalan yang selalu membuat Dita tidak bias memaafkan dirinya. Wanita yang akhirnya memutuskan untuk berhenti dan keluar dari keseharian manusia normal ini, bukan melakukannya tanpa alasan.

            Alur hidupnya, seakan mengalir bagaikan lumpur lapindo yang keluar tanpa bias dibendung oleh apapun. Hanya butuh 3 bulan, semua dunianya hancur.

            Heru.. kamu juga pa kabar? Kenapa sih kamu milih jalan itu? Emangnya aku kurang apa?”

            Pertanyaan yang selalu diucapkan Dita, setelah kembali memutar memorinya sekali lagi di pagi ini. Hari seakan sama, tidak ada bedanya. Rasa sakitnya seakan tidak ingin meninggalkan relung hati paling dalam seorang Dita.

            Coba bisa kita mengulang semuanya. Semuanya dari awal, tanpa mengubah apapun. Sampai kamu memutuskan untuk berkata jujur kala itu. Kenapa kamu harus jujur sih, aku terima koq segala kekurangan dan kelebihan kamu Ru… kekurangan yang selalu membuatku ingat, bahwa akupun tidak sempurna untuk memilikimu,” ujar Dita sampil meremas kasurnya, rasa jengkel dan marah menyatu menderu hebat dalam hatinya.

            KENAPA…..RU, AKU MENYUKAIMU BUKAN KARENA KELAMINMU? BUKAN PULA KARENA PILIHAN SAAT INI. TAPI……………………. ARRRHGHHGGGHHHH,” semua barang yang ada disampingnya disambar dan melayang ke lantai.

            KENAPA…RU?... KENAPA…………………….!!!!! HARUS DENGAN AYAHKU YANG TELAH MENINGGALKAN IBUKU, KENAPA DENGAN LELAKI KEPARAT ITU?”

            “Saya masih ingin mencintaimu sekali lagi…dengan cinta yang lebih dari yang diberikan ayahku,”

Rabu, 22 Mei 2013

Benarkah Mimpi Itu Indah?


FF2NI Sesi (2) – 22 Mei 2013
Tema kedua : "Dream a Little Dream" - Glee Cast Instrumental -> http://www.youtube.com/watch?v=Tn0lxXHu7WA


Benarkah Mimpi Itu Indah?

            Semasa kecil, perempuan bertumbuh mungil ini, memang memiliki rasa takut yang sangat berlebih, jika dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Dikala anak-anak lain, sudah mampu pergi ke warung seorang diri, perempuan yang masih selalu menguncir satu rambutnya ini, masih harus ditemani bahkan selalu merengek untuk diantar oleh orang-orang yang lebih besar dirumahnya.

            Bahkan, sampai duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, anak bungsu yang diberi nama Yunita talia ini, masih tidak bisa tidur bahkan untuk mandi-pun Nita selalu minta ditemani oleh Mamanya. Akhrinya membentuk kepribadian yang sedikit tertutup dan terkadang canggung terhadap lingkungan sekitar.

            Paling parahnya lagi, ketika duduk dibangku SMA, Nita tidak ingin memiliki teman yang di sebut dengan nama sahabat. Hari-harinya hanya dipenuhi oleh buku bacaan, setiap detik dalam hidupnya hanya ditemani oleh deretan kata-kata yang terdapat dalam buku-bukunya.

            Semua orang mempertanyakan hal tersebut. Gunjingan tetangga-pun tidak terhindarkan. Mama, dan Kakak-kakaknya menjadi khawatir dengan keadaan adik perempuan mereka satu-satunya. Pertumbuhan tubuhnya juga sedikit terlambat, jika boleh untuk kesekian kali Nita dibandingkan dengan anak-anak seumurannya.

            “Bang, Apa Nita tidak pernah cerita sesuatu akhir-akhir ini?” ujar Mama Nita ketika sedang duduk di ruang nonton kepada Abang tertua Nita.

            “Boro-boro Ma, emangnya Mama pernah lihat Deru duduk-duduk bareng ama Nita? Senda gurau seperti kakak dan adik yang semetinya,” ujar Abang Deru sambil terus memperhatikan TV dengan serius.

            “Iya juga ya, Mama juga ga pernah lihat itu koq Ru,” Mamanya menjawab asal sambil tersenyum.

            “Nanti, jika Nita pulang les piano akan kutanyakan, apa sebab dan asal muasal masalah ini,” ujar Mamanya membatin.

            Jarum jam yang menempel di dinding di atas ruang tamu, sudah menunjukkan waktu tepat pukul 9 malam. Nita biasanya sampai di rumah sekitar pukul 9 lewat 15 menit. Belum juga waktu bergerak satu menit dari pukul 9, pintu depan terbuka.

            “Assalamu alaikum,” suara khas perempuan mungil itu terdengar mendekat ke ruang nonton TV.

            “Ma, lapar...ada makan ga?”

            Mamanya dengan sigap berdiri dan menyiapkan makanan buat Nita di ruang makan.

            “Ini waktu yang tepat untuk menanyakan dan mengajak Nita untuk mengobrol,”batin Mama berujar mantap.

            “Nit, kamu tidak punya masalah apa-apakan akhir-akhir ini? Adakah teman-teman yang menjengkelkan? Sehingga, Mama perhatikan tidak satu-pun teman sekolah kamu pernah datang ke rumah,”

            “Tidak ada koq Ma, semuanya baik-baik saja,”

            “Tetapi.....”

            “Ma, kenapa Nita tidak pernah mendapatkan mimpi yang indah, seindah cerita-cerita pengantar tidur yang selalu Mama ceritakan?” ujar Nita sambil terus menyuap nasi ke mulutnya.

            Mamanya terperangah mendengar pertanyaan anaknya.

            “Kapan terakhir Mama cerita tentang Mimpi?”

            “Waktu Nita 4 tahun, Ma”

            “Karena itu, Nita selalu mencari pembenaran atas kata-kata Mama. Semua buku kulahap dan tidak satu-pun yang menjelaskan itu. Ma. Sampai saat ini, Nita tidak mampu untuk bermimpi,” ujarnya sambil menatap mamanya dengan serius.

            Mamanya hanya bisa diam seribu bahasa.

            “Astaga, Cuma karena Mimpi,”